Alher Note
Ada Yang Janggal di Dunia ini, Bantu Aku Mencarinya
Selasa, 26 September 2017
Money VS Currency
Kamu pasti berpikir bahwa semua orang harusnya tahu bahwa yang kami pegang ini adalah uang.
Tapi saya ingin tunjukan lewat pertanyaan yang menjebak.
Yang saya pegang ini sebenarnya CURRENCY (mata uang) Currency (mata uang) dan Money (uang) itu sebenarnya sangat berbeda
(Money ada nilai instrinsiknya/yang terkandung di dalamnya seperti emas atau perak. Di jaman barter dulu kambing ada harganya, ayam ada nilainya. Sebaliknya.. Money tak ada nilai intrinsiknya.. dan dapat mengakibatkan inflasi)
Currency itu nilainya berfluktuasi dan dalam jangka panjang nilainya terus menerus menurun. Kondisi inilah yang kita sebut INFLASI
Inflasi adalah pembunuh mata uang secara diam diam karena kamu tak dapat melihatmya, merabanya, dan menciumnya..
Tahu tahu kamu ditabrak olehnya ketika kamu membeli tanah, atau di pom bensin "GUBRAK.. Harganya ko naik!?"
Peringatan bagi kita semua "INFLASI akan membunuh uang simpananmu jika kamu membiarkannya"
Sabtu, 23 September 2017
@PRINCE EA Man VS System School in the World (TERJEMAH INDONESIA)
Mungkin dalam video ini orang yang membaca dan menonton video MAN VS SYSTEM SCHOOL bisa merubah sistem yang ada di dunia ini
Terjemahan dari video @Prince Ea MAN VS School System
Eisntein pernah berkata “SETIAP ORANG adalah JENIUS”, tapi Jika menilai kemampuan IKAN dalam MEMANJAT pohon seumur hidup ikan itu akan berpikir dirinya BODOH
Bpk/Ibu Juri persidangan hari ini dihadiri perwakilan dari sekolah modern. Terima Kasih anda bisa hadir...
Tidak hanya mereka MEMAKSA ikan MEMANJAT pohon mereka juga MEMAKSA murid untuk turun dari pohon, lalu berlari sejauh 10 mil.
Jawab saya : Apakah ANDA bangga dengan yang anda lakukan itu? Mengubah jutaan orang menjadi robot? Apakah bagi anda itu menyenangkan ? Sadarkah anda, sudah berapa , sudah berapa banya anak seperti ikan tadi? Berenang melawan arus dikelas untuk menjadi yang terbaik.? Tidak menemukan bakat mereka, mereka berpikir jika dirinya bodoh percaya bahwa dirinya tidak ada gunanya?
Sudah waktunya dimana tak ada lagi alasan. Saya mengajak seklah untuk berdiri dan menuntut mereka sebagai pembunh kreatifitas. Mendorong INDIVIDUALISME dan ebagai pelaku KEJAHATAN INTELEKTUAL. Sekarang sekolah sudah melebihi tugas dan perannya
Hakim Yang Mulia, itulah akhir dari pengantar saya. JIka boleh menunjukan bukti dari kasus saya, maka saya akan membuktikannya
Hakim : Silahkan
Bukti 1 (lihat gambar)
Ini adalah telepon masa kini
Ini telepon 150 tahun yang lalu Sangat berbeda bukan? Masih ada lagi
Ini mobli masa kini
Ini mobil 150 tahun yang lalu Sangat berbeda kan?
Nah ini kelas masa kinI, dan seperti ini kelas 150 tahun yang lalu
(Juri melongo)
Sangat MEMALUKAN, ini artinya lebih dari satu abad TIDAK ADA YANG BERUBAH dan anda mengklaim mempersiapkan siswa untuk masa depan? (Bertanya pada terdakwa)
Dengan bukti butki saya tadi, saya ingin bertanya. Apakah anda mempersiapkan siswa untuk masa depan atau masa lalu?
Saya menelusuri latar belakang ana dan menemukan bahwa anda ada dibuat untuk melatih siswa bisa bekerja di pabrik. Inilah kenapa kalian mendudukan siswa dalam baruian yang teratur. Bilang “Angkat tangan jika ingin bicara”, beri waktu istirahat yang sempit untuk makan dan 8 jam selanjutnya mendikte cara mereke(murid) berpikir.
Memaksa mereka berkompetisi dapat nilai A sebuah huruf yang menentukan kualitas produk. Mirip dengan penentuan kualitas daging dagangan. Oh aku paham.
Dulu berbeda dengan sekarang, kit drmu pnya masa lalu saya bukanlah (Mathani) Gandhi tapi saat itu kita tidak butuh ROBOT ZOMBIE. Dunia ini telah maju dan kita buth orang yang mampu berpikir KREATIF, INOVATIF, KRITIS, MANDIRI, Dan kemampuan untuk saling terhubung
Setiap ilmuan menjelasakn pada anda bahwa tidak ada pemikiran yang sama dan setiap oang tua dengan 2 anak menyetujui dengan pendapat ini. Jadi tolong anda jelaskan mengapa memperlakukan semua siswa seperti cetakan emotog kue atau topi ukuran pas seperti banyolan “Satu Ukuran Untuk Semua Orang”
Hakim : JAGA BAHASAMU!!
Maaf Yang Mulia. Jika serang dokter membuat resep yang sama untuk semua pasiennya hasilnya akan MENGENASKAN banyak pasienya akan bertambah parah dikaitkan dengan sekolah , Hal yang sama akan terjaid inilah MALPRAKTEK PENDIDIKAN.
Ketika satu guru berdiri didepan 30 siswa yang masing masing memiliki kelebihan berbeda, kebutuhan berbeda, bakat berbeda, cita cita berbeda, dan anda mengajarkan hal yang sama dengan cara yang sama? Itu MENGERIKAN!
Bapak dan Ibu Juri, Para terdakwa ini tiak bisa dibiarkan. Ini bisa jadi kriminal terburuk yang pernah dilakukan. Kecuali anda bisa menyebutkan cara memperlakukan “ Pekerja” anda
Terdakwa: KEBERATAN Yang Mulia!
Hakim: DITOLAK! Silahkan Lanjutkan
MEMALUKAN!!, Maksud saya. Pendidik adalah pekerja terpenting di muka bumi ini tapi mereka DIGAJI RENDAH!? Tidak heran banyak siswa bersikap curang/ tidak jujur.
Mari kita jujur. Pendidik harus memiliki pendapatan yang sama dengan dokter. Karena dokter bisa membedah jantung dan menyelamatkan jiwa anak tapi seorang pendidik hebat bisa menyentuh hati setiap anakdan membuatnya benar benar hidup. Pendidik adalah PAHLAWAN yang selalu DISALAHKAN tapi bukan mereka masalahnya.
Mereka(Pendidik) Bekerja dalam sistem tanpa ada pilihan dan hak. KURIKULM dibuat oleh Pembat kebijakan. Kebanyakan dari mereka tidak pernah diajar selama mereka hidup. Mereka terobsesi dengan UJIAN TERSTANDAR. Mereka beripikir unutk menjawab pertanyaan “Multiple Choice” akan menjamin kesuksesan... Ini DILUAR AKAL SEHAT!!
Faktanya model ujian ini terlalu mentah/sederhana untuk DIGUNAKAN dan sebaiknya DITINGGALKAN!
Tidak usah pedulikan kalimat saya, dengarkan Frederick J.Kelly
Dia yang menciptakan ujian terstandar ini dan saya menutip dia
“Ujian ini terlalu mentah utnuk digunakan dan sebaiknya ditinggalkan”
Bapak ibu Juri... Jika kita membiarkan hal ini terus terjadi hasilnya sangat mematikan. Saya sdah tidak percaya lagi pada sistem sekolah (hari ini). Tapi, saya masih punya harapan pada orang orangnya.
Jika kita bisa memodifikasi layanan kesehatan,mobil, ataupun Halaman Facebook. Maka tugas kita melakukan hal yang sama pada pendidikan. Meninkatkan, Melakukan perbaikan, Buang Jauh semangat sekolah yang tidak berguna, kecuali kita bekerja untuk mengoptimalkan semangat setiap siswa. Itu yang seharusnya menjadi pekerjaan kita. Tidak ada lagi COMMON CORE sebagai gantinya, mari kita menyentuh setiap hati yang ada di setiap kelas..
Tentu MATEMATIKA penting, tapi tidak lebih penting dibanding Seni dan Menari berikan kesempatan yang sama bagi setiap bakat pada siswa. Saya tahu ini terdengar seperti mimpi tapi negara seperti FINLANDIA melakukan hal hal yang luar biasa...
Waktu sekolah lebih singkat, Gaji Guru TINGGI, TIDAK ADA PR, Siswa Fokus pada BERKOLBORASI dibanding KOMPETISI tapi hal yang menakjubkan adalah sistem pendidikan mereka lebih maju dibanding negara lain di dunia.
Negara seperti SINGAPURA telah mengalami kemajuan pesat yang mempunyai program Khan Academy
Tidak ada SOLUSI TUNGGAL tapi mari terus bergerak siswa memnag 20% dari masyrakat kita, tapi mereka adalah 100% masa depan kita semua.
Jadi Mimpi Mimpi mereka dan tidak mengajarkan apa yang kita Capai
Inilah dunia yang saya akini dunia dimana tidak ada lagi ikan yang DIPAKSA untuk MEMANJAT, PUSH UP atau Berlari 10 mil. Saya TUTUP KASUS SAYA
Rabu, 10 Mei 2017
Dari teman
Berulang kali aku mendengar kata kata itu. Alasan yang berbeda beda namun tetap dengan perihal yang sama. Aku menyadarinya jika itu sebuah permainan yang hanya diketahui olehnya. Aku hanya tak sadar jika dia sedang mempermainkanku.
Aku memiliki kebahagiaan lalu olehnya direbut, aku memiliki kekuatan lalu dilumpuhkan, aku memiliki tekad lalu di hancurkan. Hal yang sama aku rasa akan terjadi lagi esok hari.
Bodohnya aku.. selalu sadar jika aku ini kuat..
Inginnya aku bersama mereka menertawakan sesuatu yang lemah sepertiku.
Bodohnya aku tak bisa memikirkan hal seperti ini..
Ingin sekali suatu hari aku menyadari betapa bodohnya aku yang sekarang ini. Atau malah suatu hari aku lebih bodoh dari hari ini?
Perjalanan yang sungguh menyakitkan ditemani berbagai kegagalan. Tak pernah aku merasa jika diriku ini sudah berhasil.
Apakah sebenarnya hidupku ini tak boleh merasakan hal itu?
Kaki ku semakin hangat dan melemas karena terlalu lama berjalan. Berapa langkah lagi aku harus menyusuri hidup ini? Seribu langkah kah? Atau tinggal satu langkah lagi? Atau mungkin aku harus berjalan tanpa henti?
Yang aku percaya bahwa Engkau memberikan ujian untuk semua manusia agar manusia lebih kuat.
Namun, ijinkan aku istirahat.. aku sudah lelah melihat kepastian yang tak menentu ini. Sungguh sangat lelah dengan matahari yang memaksaku pergi. Sungguh lelah dengan hujan yang memaksaku mengingat hal yang menyakitkan.. Berikan aku ilmu untuk mengetahui kapan aku menyerah...